Ponorogo,Kabarnow.com, – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo serius meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus Kelompok Dagang Koperasi Merah Putih (KDKMP) melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif.
Program ini dirancang untuk membekali para pengurus koperasi desa agar mampu mengelola usaha dan organisasi secara profesional serta berkelanjutan.
“Bimtek ini adalah langkah konkret untuk peningkatan kapasitas SDM pengurus KDKMP. Totalnya, kami melatih 614 pengurus yang merupakan perwakilan dari 307 KDKMP se-Kabupaten Ponorogo. Masing-masing KDKMP mengirimkan dua orang pengurus,” ujar Kepala Disperdagkum Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, Selasa (25/11/2025).
Ringga menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam enam angkatan. Setiap angkatan berlangsung selama tiga hari, sehingga total waktu pelaksanaan mencapai 18 hari.
Materi yang diberikan, lanjutnya, difokuskan pada aspek vital penguatan koperasi desa. “Materi kita fokuskan pada skema usaha, kelembagaan koperasi, tata cara Rapat Anggota Tahunan (RAT), hingga kewirausahaan,” paparnya.
Untuk menjaga kualitas, narasumber yang dihadirkan berasal dari Disperdagkum dan Dinas Koperasi Provinsi, dengan syarat minimal pengalaman tiga tahun dalam pembinaan koperasi. Bimtek sendiri digelar di Gedung Ratna Dewi, Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan.
Ringga menekankan bahwa urgensi pelatihan ini sangat tinggi karena mayoritas pengurus koperasi desa belum sepenuhnya memahami perkoperasian.
“Harapan utama kami, pengurus itu harus paham betul tentang kelembagaan, organisasi, pelaporan keuangan, dan pengawasan. Itu adalah pondasi utama agar koperasi tidak salah langkah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ringga menyampaikan bahwa Bimtek ini memiliki target yang harus dipenuhi paling lambat akhir tahun. Sesuai timeline provinsi, setiap KDKMP diharapkan sudah memiliki embrio usaha pada akhir Desember, meski skalanya masih kecil.
“Ini yang kami dorong terus. Pergerakan usaha harus segera dimulai,” ungkapnya.
Mengenai pengembangan skala besar, Ringga menambahkan pihaknya masih menunggu realisasi pembangunan gerai sesuai amanat Inpres 17, yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.
“Untuk saat ini, fokus kita masih di penguatan embrio usaha, karena skema usaha yang lebih besar masih belum ada aturan teknis yang mengatur hal tersebut,” pungkasnya.(Nov)

