Ponorogo,Kabarnow.com, – Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menggelar kegiatan reses bertema “Menjemput Aspirasi” di kantor DPC PDIP Kabupaten Ponorogo, Minggu (10/5/2026).  

Dalam agenda tersebut, Novita menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi melalui dialog terbuka. Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen, mulai dari pengurus DPC dan PAC Ponorogo, fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, tukang becak, petugas kebersihan, pedagang sayur keliling, hingga warga sekitar.  

“Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan hidup,” ungkap Novita.  

Legislator Hadir di Tengah Masyarakat

Dalam sambutannya, Novita menegaskan bahwa tugas anggota legislatif harus diwujudkan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat.  

“Kerja politik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Apa yang dibahas di DPR RI harus berangkat dari kebutuhan warga di lapangan,” ujarnya.  

Menurutnya, kegiatan sosial yang dibarengi penyerapan aspirasi merupakan tanggung jawab moral wakil rakyat agar setiap kebijakan nasional tetap berpihak pada kondisi nyata masyarakat daerah. Ia menilai stabilitas ekonomi keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan sosial, sehingga negara perlu hadir dengan kebijakan yang menjaga daya beli rakyat.  

Aspirasi Warga Jadi Bahan Perjuangan

Selain pembagian bantuan, Novita membuka ruang dialog dengan warga. Aspirasi yang disampaikan mencakup persoalan ekonomi, pengembangan UMKM, lapangan kerja, hingga program pemberdayaan masyarakat.  

“Aspirasi masyarakat menjadi dasar perjuangan kami di parlemen. Dari suara rakyat inilah kebijakan yang tepat bisa lahir,” jelasnya.  

Novita memastikan seluruh masukan akan diperjuangkan dalam fungsi pengawasan dan pembentukan kebijakan di DPR RI.  

Semangat Gotong Royong

Kegiatan reses ini juga mencerminkan semangat gotong royong yang terus diusung dalam kerja politik. Novita berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus terjalin melalui kehadiran langsung di lapangan.  

“Kerja seorang legislator adalah bentuk pengabdian. Saat masyarakat membutuhkan, wakil rakyat harus hadir,” pungkasnya.(Nov)